Heavy Metal Menyelamatkan Voice Of Baceprot Dari Jebakan Nikah Muda: Tubidy.web.za

Saat masih jadi siswa madrasah tsanawiyah (MTs) di Garut, Euis Sitti Aisyah hanyalah murid yang suka memukul-mukul meja sampai bikin gurunya sebel. Waktu itu tidak ada yang menyangka bahwa tujuh tahun kemudian dia akan memukul-mukul drum sambil tur musik di Eropa. 

Memukul Drum Sebagai Personal Band Heavy Metal Mengundang Tephuk Tangan Mengelegar. Namun saat masih memukul-mukul meja di kelas, ia langsung dikirim ke ruang Bimbingan Konseling (BK). Namun keluar masuk BK ini yang baru mengenalkan Sitti dengan Widi.

Dilansir dari https://tubidy.web.za suara merdu Siti kini menjadi bassis drummer band dan Widi Rahmawati menjadi bassist. Sedangkan Marsya Kurnia, vokalis VoB, merupakan teman Sitti sejak SD. Mereka sama-sama tinggal di sekolah Garut di Jawa Barat. 

VoB terbentuk karena sekolah menganggap siswa bermasalah ketiganya yang membutuhkan bimbingan khusus. Keseringan keluar masuk BK membuat sekolah meminta mereka aktif di teater. Tapi ternyata mereka enggak pandai berakting.

Guru BK sekolah yang bernama Ersa Eka Susila Satia atau biasa dipanggil Abah lantas meminta musik ketiganya aja untuk mengiringi musik drama. Tahun 2014, kita mendengar suara Baceprot.

“Baceprot artinya meracau, berisi, atau bawel. Yang kasih nama Abah, guru BK yang juga ngajarin musik instrumental. Dulu kami sering protes ke pihak sekolah karena sistem sekolah yang tidak adil,” kata Marsya dalam Tubidy ini.

Pertemuan para anggota tetap BK ini sebenarnya membuat protes-protes mereka malah makin bohong. Lirik-lirik lagu yang mereka tulis menjadi corong keresahan para personel tentang possi perempuan di masyarakat. Tentang ruang yang belum aman, tentang stigma negatif ketubuhan perempuan, sampai pandangan negatif pada perempuan berhijab yang menggandrungi musik ‘pemuja setan’.

Baca Juga  Trik dan Cara Unduh Lagu MP3 Dengan Mudah

Saya tertarik. Jika tak ada VoB, Marsya dan Sitti terancam menikah di bawah umur. VoB jadi penyelamat Marsya yang sudah diminta menikah dengan keluarganya sejak masih MTs (setingkat SMP). Sementara VoB membuat Sitti berani ngomong pada keluarganya apabila menikah muda bukan satu-satunya pilihan hidup anak perempuan.

“Gabung di VoB jadi bisa ngomong ke Bapak, udah ada contohnya yang nikah muda, aku harus jadi beda. Sekarang [umurku] 23 belum nikah. Setelah ada penghasilan [dari VoB] jadi enggak boleh nikah muda,” kata Sitti.

Siti merupakan lima bersaudara dengan satu laki-laki. Karena ketiga kakaknya semua menikah muda, sebelum membentuk VoB Sitti melihat masa depannya akan serupa. Tak lain Karena angka pernikahan dini di Garut adalah yang tertinggi se-Jawa Barat. 

Melalui musik mereka pula VoB berbagi kisah tentang pengalaman pengurangan seksual. Dalam dialek saya Marsya yang pernah jadi korban pelecehan seksual saat dirawat di RS. Cerita Pelecehan tersebar dengan cepat di sekolah. Tapi yang menyusul kemudian bukannya simpati, melainkan perundungan kalau Marsya tak ‘suci’ lagi. Kasus ini sampai bikin marsya bolos sekolah selama sebulan. 

Kisah itu dicurahkan dalam lagu “PMS (Perempuan Merdeka Seutuhnya)”. Lagu itu jadi campanye VoB bahwa perempuan tidak dinilai dari tubuh.

“Selama ini perempuan ketika tersentuh dikit dianggap enggak suci, yang suci itu Maria. [Kalau sudah enggak suci] pantas dihinakan, enggak punya sesuatu untuk dihargai. Padahal kami lihatnya beda, perempuan yang seutuhnya, merdeka seutuhnya, nilainya bukan sebatas tubuh,” kata Marsya.

Lahir dari Garut, VoB telah menanjak jadi salah satu band heavy metal paling dihormati di Indonesia. Selain menggelar tur internasional, mereka sempat menyabet penghargaan Anugerah Musik Indonesia yang masuk dalam kategori Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik.

Baca Juga  Analisis Musikal 'Yellow' Coldplay: Harmoni yang Menyentuh Hati

Masih banyak cerita VoB yang bisa kalian dengarkan di VICE Podcast ‘Census Nusantara’. Ada pengalaman manggung di Eropa serta reaksi penontonnya, ajakan nikah dari kakek-kakek, sampai pengalaman yang bikin Marsya menangis.

Kamu bisa langsung mengunjungi ‘Census Nusantara’ ditemani Fathia Izzati, host yang memandu acara yang tayang sepekan sekali ini. Kamu bisa klik link ini, atau ketik saja di kolom search Spotify pakai kata kunci ‘Census Nusantara’. Pasta ketemu coke.

Lewat Podcast ini, kalian bisa mengenal sosok anak muda menarik dari berbagai kota, dan kami yakin kalian bisa semakin paham betapa kaya dan beragamnya nusantara, dan seberapa kreatifnya anak-anak muda di dalamnya.

Related Posts