Bagi mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mencari tempat makan yang enak, mengenyangkan, dan ramah di kantong merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi mahasiswa perantau yang tinggal di kos, memilih tempat makan bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang mengatur pengeluaran harian agar tetap hemat tanpa mengorbankan kebutuhan makan. Kabar baiknya, kawasan sekitar kampus UPGRIS, terutama di area Jalan Sidodadi Timur dan Jalan Lingga, memiliki beragam pilihan kuliner yang bisa dipertimbangkan untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam.
Mulai dari penyetan dengan sambal pedas, nasi goreng kaki lima, nasi rames rumahan, mi ayam, bakso, hingga soto khas Semarang, mahasiswa memiliki banyak alternatif untuk mengisi perut di sela-sela kuliah. Pilihan lainnya adalah es buah segar untuk menghilangkan dahaga setelah beraktivitas dan angkringan untuk menikmati makanan ringan pada malam hari. Informasi mengenai kuliner di sekitar kampus juga dapat ditemukan melalui direktori tempat makan lokal, termasuk daftar tempat makan di sekitar Universitas PGRI Semarang yang memuat pilihan warung penyetan, soto, dan penjual es campur.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan tempat makan. Tidak semua nama warung dalam rekomendasi kuliner merupakan nama usaha resmi yang berhasil diverifikasi secara terpisah di internet. Karena itu, artikel ini menggunakan delapan kategori kuliner sesuai kebutuhan mahasiswa, dilengkapi contoh tempat atau area yang memiliki informasi pendukung. Harga yang disebutkan merupakan perkiraan anggaran untuk membantu perencanaan, bukan daftar harga resmi yang dijamin berlaku di setiap warung.
Dengan mengetahui pilihan kuliner, kisaran pengeluaran, waktu makan yang sesuai, dan cara memilih menu, mahasiswa UPGRIS bisa menemukan tempat makan yang cocok dengan kebutuhan masing-masing. Berikut delapan rekomendasi kuliner murah dan enak di sekitar kampus UPGRIS Semarang yang layak masuk daftar pencarian.
1. Warung Makan Pedas dan Penyetan Sidodadi UPGRIS
Warung penyetan menjadi salah satu pilihan kuliner yang cocok untuk mahasiswa yang menginginkan makanan sederhana dengan rasa yang kuat. Menu seperti ayam penyet, lele goreng, telur goreng, tahu, tempe, dan berbagai jenis sambal membuat pelanggan dapat memilih lauk sesuai selera dan anggaran. Kombinasi nasi putih, lauk goreng, sambal, dan lalapan juga membuat hidangan ini terasa lengkap untuk makan setelah mengikuti perkuliahan.
Apa yang membuat warung penyetan cocok untuk mahasiswa?
Penyetan merupakan hidangan yang biasanya terdiri dari lauk goreng yang ditekan atau dipenyet bersama sambal, kemudian disajikan dengan nasi dan pelengkap. Sambalnya bisa berupa sambal bawang, sambal tomat, sambal terasi, atau racikan cabai lain yang memberikan karakter rasa berbeda.
Bagi mahasiswa, kelebihan penyetan terletak pada fleksibilitas pilihan lauk dan tingkat pengeluaran. Mahasiswa yang ingin menghemat uang dapat memilih telur, tahu, atau tempe. Sementara itu, mahasiswa yang membutuhkan lauk lebih besar bisa memilih ayam atau lele. Sayuran mentah seperti mentimun dan kemangi juga sering menjadi pelengkap, meskipun ketersediaannya bergantung pada warung.
Di sekitar kampus UPGRIS, direktori kuliner mencantumkan Warung Penyet Barokah Slawi Ayu di Jalan Lingga Raya Nomor 4 sebagai salah satu pilihan yang dekat dengan kampus. Data direktori tersebut menunjukkan kisaran harga menu yang bervariasi, sehingga pelanggan sebaiknya memeriksa kembali harga dan menu yang tersedia ketika berkunjung.
Menu dan perkiraan anggaran
Untuk menyusun anggaran, mahasiswa dapat memperkirakan pengeluaran sekitar Rp10.000–Rp20.000 per porsi, tergantung pilihan lauk, ukuran porsi, serta minuman tambahan. Angka tersebut merupakan estimasi perencanaan, bukan konfirmasi harga terbaru dari warung tertentu.
Jika ingin berhemat, pilih satu lauk utama, nasi, dan air putih. Jika sedang ingin makan lebih lengkap, tambahkan tahu, tempe, atau minuman. Sebaiknya tanyakan juga apakah harga yang tertera sudah termasuk nasi, karena beberapa tempat menjual lauk dan nasi secara terpisah.
Tips hemat: pilih lauk berdasarkan kebutuhan, bukan hanya mengikuti banyaknya pilihan yang tersedia. Dengan cara ini, mahasiswa tetap bisa menikmati makanan pedas dan mengenyangkan tanpa membuat pengeluaran harian membengkak.
2. Nasi Goreng dan Bakmi Jawa Area Dr. Cipto atau Karangtempel
Nasi goreng dan bakmi Jawa merupakan pilihan yang cocok bagi mahasiswa yang lebih sering mencari makan setelah sore atau malam hari. Hidangan ini dikenal dengan racikan bumbu yang gurih, penggunaan kecap, serta tambahan telur, ayam, sayuran, atau bahan lainnya. Porsi yang mengenyangkan dan pilihan menu yang beragam membuat nasi goreng maupun bakmi Jawa layak dipertimbangkan ketika membutuhkan makan malam setelah kegiatan kampus.
Mengenal nasi goreng dan bakmi Jawa
Nasi goreng adalah olahan nasi yang dimasak kembali bersama bumbu dan bahan pelengkap. Sementara itu, bakmi Jawa merupakan hidangan mi yang diracik dengan bumbu khas Jawa dan umumnya tersedia dalam variasi mi goreng atau mi kuah. Pada sejumlah penjual, menu dimasak ketika dipesan sehingga pelanggan dapat menikmati hidangan dalam kondisi hangat.
Ciri yang sering dicari dari nasi goreng dan bakmi Jawa adalah aroma bumbu tumis, rasa gurih-manis, serta tambahan telur dan sayuran. Sebagian penjual juga menyediakan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan dengan selera pembeli.
Kawasan Dr. Cipto dan Karangtempel dapat dijadikan area pencarian kuliner malam di Semarang Timur. Meski demikian, nama warung, jam operasional, dan jarak dari gerbang kampus perlu diperiksa melalui peta digital sebelum berangkat. Tidak semua penjual nasi goreng di kawasan tersebut memiliki nama usaha atau daftar menu yang tersedia secara lengkap di internet.
Menu dan perkiraan anggaran
Mahasiswa dapat menyiapkan anggaran sekitar Rp12.000–Rp22.000 per porsi untuk nasi goreng atau bakmi Jawa sederhana. Tambahan telur, ayam, sosis, atau minuman dapat meningkatkan total biaya. Kisaran ini merupakan estimasi untuk perencanaan, bukan harga terverifikasi dari satu penjual tertentu.
Jika ingin makan lebih hemat, pesan satu porsi tanpa tambahan yang tidak diperlukan. Bagi mahasiswa yang membawa makanan kembali ke kos, pastikan kemasan tertutup dengan baik dan makanan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Tips memilih: perhatikan kebersihan tempat memasak, kondisi bahan makanan, dan apakah hidangan dimasak sampai matang. Untuk menu malam hari, pilih penjual yang mudah dijangkau dan memiliki akses pulang yang aman.
3. Warung Makan Bu Lilik atau Warung Jawa Ramesan
Bagi mahasiswa yang menginginkan makanan dengan cita rasa rumahan, warung nasi rames bisa menjadi pilihan yang menarik. Jenis warung ini biasanya menyediakan beberapa lauk dan sayuran yang dapat dipilih pelanggan untuk menemani nasi putih. Pilihannya bisa berupa telur balado, ayam goreng, tempe orek, tumis sayuran, perkedel, hingga sambal.
Keunggulan nasi rames adalah kebebasan memilih kombinasi lauk sesuai selera dan anggaran. Mahasiswa tidak harus memesan satu paket menu yang sama setiap hari. Jika ingin makan sederhana, cukup pilih nasi dengan satu lauk dan satu sayuran. Jika membutuhkan makanan lebih lengkap, tambahkan lauk lain sesuai kemampuan.
Apa itu nasi rames?
Nasi rames merupakan hidangan nasi yang disajikan bersama beberapa jenis lauk dan pelengkap dalam satu piring. Istilah ini sering digunakan untuk menyebut menu warung makan rumahan yang memiliki pilihan masakan beragam. Berbeda dari hidangan yang seluruh komponennya sudah ditentukan dalam satu paket, nasi rames umumnya memungkinkan pelanggan memilih sendiri isi piringnya.
Bagi mahasiswa kos, warung ramesan bisa membantu mengatasi kebosanan terhadap menu yang itu-itu saja. Dalam satu minggu, pelanggan mungkin bisa bergantian menikmati ayam, telur, tahu, tempe, sayur bening, atau tumisan, tergantung menu yang tersedia.
Perlu diperhatikan bahwa nama “Warung Makan Bu Lilik” dalam daftar rekomendasi belum dapat dipastikan sebagai warung ramesan yang tepat berada di sekitar kampus UPGRIS. Hasil pencarian memunculkan nama Warung Bu Lilik di Jalan Indragiri Utara I, Semarang Timur, tetapi data yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa tempat tersebut merupakan warung yang dimaksud. Karena itu, mahasiswa sebaiknya menggunakan nama tersebut sebagai petunjuk pencarian dan memastikan alamatnya terlebih dahulu.
Menu dan perkiraan anggaran
Untuk makan nasi rames, siapkan anggaran sekitar Rp10.000–Rp18.000 per porsi, bergantung pada jumlah lauk, jenis sayuran, dan kebijakan harga warung. Porsi dengan ayam atau lauk yang lebih mahal dapat berada di atas kisaran tersebut.
Supaya pengeluaran lebih terkontrol, tanyakan harga sebelum mengambil lauk, terutama jika makanan disajikan secara prasmanan. Jangan menganggap semua lauk memiliki harga yang sama karena ayam, ikan, telur, dan sayuran dapat dikenakan tarif berbeda.
Tips hemat: pilih kombinasi nasi, satu lauk sumber protein, dan satu jenis sayuran. Selain membantu mengatur pengeluaran, pilihan ini membuat menu harian lebih bervariasi dibandingkan hanya mengonsumsi nasi dan gorengan.
4. Mi Ayam dan Bakso di Sekitar Jalan Lingga atau Sidodadi
Mi ayam dan bakso merupakan pilihan yang mudah disukai berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Hidangan ini cocok dinikmati ketika ingin makan cepat tanpa harus memilih banyak lauk tambahan. Mi ayam biasanya disajikan bersama mi berbumbu, potongan atau suwiran ayam, sayuran, dan kuah terpisah atau pendamping. Sementara itu, bakso menawarkan kombinasi bola daging, mi atau bihun, sayuran, dan kuah kaldu.
Kelebihan mi ayam dan bakso adalah penyajiannya yang praktis, rasanya akrab, serta variasi porsinya yang cukup beragam. Pelanggan dapat memilih mi ayam biasa, mi ayam bakso, bakso campur, atau variasi lain sesuai menu penjual.
Mengapa mi ayam cocok untuk makan di sela kuliah?
Mi ayam merupakan hidangan berbahan dasar mi yang dipadukan dengan ayam berbumbu. Kuah, sayuran, saus, kecap, dan sambal menjadi pelengkap yang membuat rasanya lebih kaya. Bakso sendiri umumnya dibuat dari daging yang digiling dan dicampur bahan pengikat, kemudian dibentuk menjadi bola dan dimasak hingga matang.
Di kawasan sekitar Jalan Lingga dan Sidodadi, mahasiswa bisa mencari penjual mi ayam atau bakso melalui peta digital maupun direktori kuliner. Akan tetapi, nama “Mi Ayam dan Bakso Pak Dhe Kampus UPGRIS” belum dapat diverifikasi sebagai nama usaha resmi dengan alamat yang pasti. Karena itu, rekomendasi ini lebih tepat dipahami sebagai kategori kuliner di area tersebut, bukan klaim bahwa satu warung tertentu telah dipastikan keberadaan dan jam bukanya.
Menu dan perkiraan anggaran
Anggaran yang bisa disiapkan adalah sekitar Rp10.000–Rp18.000 untuk satu mangkuk, tergantung jenis mi, jumlah bakso, ukuran porsi, dan tambahan yang dipesan. Harga mi ayam bakso atau porsi khusus dapat lebih tinggi.
Jika sedang terburu-buru, pilih penjual yang melayani pesanan dengan cepat dan memiliki tempat duduk yang memadai. Jika membawa makanan ke kos, pisahkan kuah dari mi jika memungkinkan agar tekstur mi tidak terlalu cepat berubah.
Tips hemat: bandingkan harga mi ayam biasa dengan mi ayam bakso sebelum memesan. Jika ingin menambah asupan protein, pilih tambahan yang sesuai anggaran dan pastikan bahan makanan disimpan serta dimasak dengan baik.
5. Soto Ayam Khas Semarang di Sekitar Mataram atau UPGRIS
Soto ayam menjadi salah satu pilihan sarapan yang cocok untuk mahasiswa yang ingin menikmati makanan hangat sebelum masuk kelas. Hidangan ini umumnya terdiri dari kuah berbumbu, suwiran ayam, bihun atau soun, dan berbagai pelengkap. Beberapa penjual juga menyediakan nasi yang disajikan langsung dalam mangkuk atau terpisah.
Kuah yang hangat dan porsi yang dapat disesuaikan menjadikan soto ayam pilihan praktis untuk memulai aktivitas kuliah. Rasanya pun bisa disesuaikan dengan tambahan sambal, jeruk nipis, kecap, atau pelengkap lain yang tersedia.
Apa yang membedakan soto ayam Semarang?
Soto adalah hidangan berkuah khas Indonesia yang memiliki banyak variasi berdasarkan daerah. Soto ayam Semarang dikenal dengan racikan kuah dan penyajian yang dapat berbeda dari soto di kota lain. Beberapa penjual menggunakan kuah bening atau kekuningan dengan aroma rempah, suwiran ayam, dan pelengkap seperti soun serta bawang goreng.
Di sekitar kampus UPGRIS, direktori kuliner mencantumkan Soto Ayam Barokah Super Hemat di Jalan Sidodadi Timur, di sekitar depan SMP YSKI, kawasan Karangtempel. Daftar tersebut juga menyebut beberapa pilihan menu dan kisaran harga yang relatif rendah pada saat informasi dipublikasikan. Namun, harga, alamat terperinci, dan ketersediaan menu tetap perlu dikonfirmasi langsung sebelum berkunjung.
Menu dan perkiraan anggaran
Mahasiswa dapat menyiapkan sekitar Rp8.000–Rp15.000 untuk semangkuk soto sederhana, bergantung pada tambahan nasi, telur, sate pendamping, atau lauk lainnya. Jika memilih beberapa tusuk sate atau minuman, pengeluaran tentu akan bertambah.
Untuk sarapan, sebaiknya datang cukup awal agar masih memiliki waktu makan sebelum kelas. Jika memiliki jadwal kuliah pagi, cari penjual yang jam bukanya sesuai dengan rutinitas. Jangan hanya mengandalkan informasi jam buka lama dari direktori karena jam operasional bisa berubah.
Tips hemat: pesan soto dengan nasi sesuai kebutuhan dan batasi lauk pendamping jika sedang mengatur uang harian. Untuk menu berkuah, pilih tempat yang menjaga kebersihan peralatan, menyimpan bahan dengan baik, dan menyajikan makanan dalam kondisi matang.
6. Ayam Geprek dan Sambal Ijo di Sekitar Kampus Utama
Ayam geprek merupakan pilihan makan siang yang populer di kalangan pencinta makanan pedas. Hidangan ini umumnya berupa ayam goreng tepung yang dihancurkan atau ditekan bersama sambal, lalu disajikan dengan nasi putih. Beberapa penjual menawarkan sambal bawang, sambal merah, sambal ijo, atau pilihan tingkat kepedasan.
Ayam geprek cocok bagi mahasiswa yang menginginkan satu paket makanan dengan nasi dan lauk utama dalam satu pesanan. Menu ini juga relatif praktis untuk dibawa kembali ke kos, sehingga bisa menjadi pilihan ketika waktu istirahat di antara kelas terbatas.
Mengenal ayam geprek dan variasi sambalnya
Ayam geprek berbeda dari ayam goreng biasa karena ayamnya biasanya dihancurkan bersama sambal setelah digoreng. Proses ini membuat sambal melekat pada permukaan ayam dan memberikan rasa pedas yang lebih merata. Sambal ijo menggunakan cabai hijau sebagai bahan utama, dengan karakter rasa yang dapat berbeda sesuai campuran bawang, tomat hijau, dan bumbu lainnya.
Di kawasan sekitar kampus, mahasiswa dapat mencari penjual ayam geprek melalui area Jalan Lingga, Sidodadi, atau jalan penghubung yang ramai oleh aktivitas mahasiswa. Namun, nama “Ayam Geprek dan Sambal Ijo Sekitar Kampus Utama” merupakan kategori menu, bukan nama restoran tertentu yang telah terverifikasi. Informasi tentang paket makan siang, sambal gratis, dan layanan isi ulang es teh harus dikonfirmasi kepada penjual, karena fasilitas tersebut tidak tersedia di semua tempat.
Menu dan perkiraan anggaran
Untuk satu paket nasi dan ayam geprek sederhana, siapkan anggaran sekitar Rp12.000–Rp20.000 per porsi. Tambahan keju, telur, ayam berukuran lebih besar, atau minuman dapat membuat harga lebih tinggi. Angka ini merupakan perkiraan untuk menyusun anggaran mahasiswa, bukan harga resmi warung tertentu.
Jika ingin makan lebih hemat, bandingkan paket standar dengan paket tambahan. Tidak semua pelanggan membutuhkan topping tambahan, terutama jika tujuan utamanya adalah makan siang yang mengenyangkan.
Tips hemat: minta tingkat kepedasan sesuai kemampuan dan jangan memesan sambal terlalu banyak hanya karena terlihat menarik. Bagi mahasiswa yang sensitif terhadap makanan pedas, pilih sambal terpisah agar jumlahnya dapat dikendalikan.
7. Es Teler dan Es Buah Segar di Kawasan Karanganyar atau Sidodadi
Cuaca Semarang yang sering terasa panas membuat minuman dingin dan hidangan pencuci mulut berbahan buah menarik untuk dinikmati setelah kuliah. Es teler dan es buah menawarkan kombinasi buah, es, serta sirup atau susu dengan rasa manis dan menyegarkan. Keduanya cocok dijadikan pelengkap makan siang atau camilan pada sore hari.
Es teler dan es buah bisa menjadi pilihan pelepas dahaga dengan anggaran yang relatif fleksibel, karena pembeli biasanya dapat memilih ukuran gelas atau mangkuk sesuai kebutuhan. Meski demikian, minuman manis sebaiknya tidak selalu dijadikan pengganti air putih.
Apa perbedaan es teler dan es buah?
Es teler umumnya menggunakan kombinasi alpukat, kelapa muda, nangka, es, dan campuran pemanis atau susu. Sementara itu, es buah memiliki komposisi yang lebih bervariasi, seperti melon, semangka, pepaya, nanas, atau buah lain sesuai ketersediaan. Racikan setiap penjual bisa berbeda.
Di depan kampus, direktori kuliner mencantumkan Warung Es Campur dan Bakso Sapi Pak Joni Sidodadi, yang berlokasi di Jalan Sidodadi Timur Raya, depan UPGRIS. Daftar tersebut menyebut es campur dan es teler di antara pilihan menunya. Informasi ini dapat menjadi titik awal pencarian, tetapi pelanggan tetap perlu memeriksa apakah usaha masih beroperasi dan menu yang diinginkan tersedia.
Menu dan perkiraan anggaran
Untuk satu porsi es buah atau es teler, mahasiswa bisa memperkirakan anggaran sekitar Rp5.000–Rp15.000, bergantung pada ukuran, jenis buah, dan bahan tambahan. Porsi dengan lebih banyak buah atau topping bisa memiliki harga yang berbeda.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah kebersihan bahan. Buah sebaiknya dicuci dengan air bersih, es dibuat dari air yang aman dikonsumsi, dan peralatan penyajian dijaga kebersihannya. Jika membeli di luar ruangan, pilih penjual yang menyimpan buah dengan baik dan tidak membiarkannya terlalu lama dalam kondisi terbuka.
Tips hemat: pilih ukuran kecil jika hanya ingin menyegarkan diri setelah kuliah. Jika ingin mengurangi konsumsi gula, tanyakan apakah sirup atau susu kental manis dapat dikurangi.
8. Angkringan dan Kafe Murah di Kawasan Sidodadi
Angkringan merupakan salah satu pilihan kuliner yang cocok untuk mahasiswa yang ingin makan santai pada malam hari. Penjual angkringan biasanya menawarkan nasi kucing, aneka sate, gorengan, minuman hangat, dan kopi. Suasananya cenderung sederhana, sehingga pelanggan dapat menikmati makanan sambil berbincang bersama teman.
Daya tarik angkringan terletak pada pilihan makanan dalam porsi kecil yang bisa dibeli satu per satu. Model ini memungkinkan mahasiswa menyesuaikan pesanan dengan uang yang tersedia. Namun, jika membeli terlalu banyak tusuk sate atau camilan, total pengeluaran tetap bisa meningkat.
Apa yang dimaksud dengan nasi kucing?
Nasi kucing adalah nasi dalam porsi kecil yang biasanya disajikan bersama sedikit lauk, misalnya sambal, ikan teri, tempe, atau bahan lainnya. Sebutan tersebut merujuk pada ukuran porsinya yang relatif kecil, bukan berarti makanan untuk hewan.
Selain nasi kucing, angkringan sering menyediakan sate usus, sate telur puyuh, sate ayam, gorengan, serta minuman seperti teh dan kopi. Variasi menu tersebut membuat angkringan cocok untuk makan ringan, berkumpul, atau mengisi waktu setelah kegiatan kampus. Namun, mahasiswa yang membutuhkan makan malam lengkap sebaiknya memperhatikan jumlah nasi, lauk, dan total asupan makanan yang dipesan.
Kawasan Sidodadi dapat dijadikan area pencarian angkringan atau kafe sederhana, tetapi nama usaha, lokasi persis, dan jam operasional perlu diperiksa terlebih dahulu. Tidak semua kafe di sekitar kampus menawarkan harga mahasiswa, dan istilah “kafe murah” tidak otomatis berarti semua menunya berharga rendah.
Menu dan perkiraan anggaran
Untuk camilan atau makan ringan, siapkan sekitar Rp8.000–Rp18.000 per kunjungan, tergantung jumlah nasi kucing, sate, gorengan, dan minuman yang dipesan. Anggaran dapat meningkat jika memesan banyak lauk atau kopi dengan tambahan tertentu.
Mahasiswa yang datang bersama teman bisa mengatur pesanan sejak awal agar pengeluaran tetap terkontrol. Sebagai contoh, tentukan anggaran sebelum memesan dan hitung jumlah tusuk sate serta minuman yang benar-benar dibutuhkan.
Tips hemat: pilih beberapa makanan utama terlebih dahulu, baru tambahkan camilan jika anggaran masih cukup. Perhatikan pula kebersihan makanan yang dipajang dan pastikan makanan yang mudah rusak tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Tips Menentukan Tempat Makan yang Hemat di Sekitar UPGRIS
Mengetahui jenis kuliner saja belum cukup untuk membantu mahasiswa menghemat pengeluaran. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memilih tempat makan, terutama jika uang makan masih harus dibagi dengan biaya transportasi, kebutuhan kuliah, dan pengeluaran kos.
1. Tentukan anggaran makan harian
Langkah pertama adalah menentukan jumlah uang yang dapat digunakan untuk makan setiap hari. Sebagai contoh, mahasiswa yang memiliki anggaran Rp30.000 sehari dapat membaginya menjadi tiga waktu makan dengan porsi pengeluaran yang berbeda.
| Waktu makan | Contoh pilihan | Target anggaran |
|---|---|---|
| Sarapan | Soto ayam | Rp8.000–Rp10.000 |
| Makan siang | Nasi rames atau penyetan | Rp10.000–Rp12.000 |
| Makan malam | Mi ayam atau nasi kucing | Rp8.000–Rp10.000 |
| Total | Tiga kali makan | Rp26.000–Rp32.000 |
Perhitungan tersebut merupakan simulasi anggaran, bukan jaminan bahwa setiap menu tersedia pada harga yang sama. Jika biaya makan harus dibatasi Rp30.000 sehari, mahasiswa bisa memilih menu yang lebih murah pada salah satu waktu makan atau membawa air minum sendiri.
2. Perhatikan jarak dan biaya transportasi
Tempat makan dengan harga sedikit lebih tinggi belum tentu lebih mahal secara keseluruhan apabila lokasinya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Sebaliknya, tempat yang menawarkan harga murah bisa menjadi kurang ekonomis jika harus ditempuh menggunakan kendaraan berbayar.
Prioritaskan tempat makan yang berada di jalur perjalanan antara kampus, kos, dan tempat beraktivitas. Selain menghemat biaya perjalanan, cara ini juga membantu mahasiswa memanfaatkan waktu istirahat dengan lebih efisien.
Sebelum berangkat, gunakan peta digital untuk memastikan lokasi, jarak berjalan kaki, dan akses masuk. Informasi tersebut penting karena sebutan kawasan seperti Sidodadi, Lingga, Karangtempel, dan Dr. Cipto mencakup area yang berbeda.
3. Bandingkan harga berdasarkan porsi, bukan hanya menu
Harga makanan yang murah tidak selalu berarti paling hemat. Porsi yang terlalu kecil mungkin membuat mahasiswa harus membeli makanan tambahan, sehingga total pengeluaran justru meningkat.
Sebagai contoh, nasi rames dengan nasi, lauk, dan sayur bisa lebih sesuai untuk makan siang dibandingkan membeli beberapa camilan secara terpisah. Begitu pula dengan ayam geprek paket lengkap yang terkadang lebih praktis daripada membeli nasi dan lauk secara terpisah.
Pertimbangkan harga, ukuran porsi, lauk, dan kebutuhan makan sekaligus. Jika memungkinkan, tanyakan harga sebelum memesan agar tidak terjadi salah paham ketika pembayaran.
4. Utamakan kebersihan dan variasi makanan
Harga terjangkau tetap perlu diimbangi dengan kebersihan tempat makan. Perhatikan kebersihan meja, peralatan makan, tempat penyimpanan bahan, dan cara penjual menangani makanan.
Untuk kebutuhan harian, usahakan menu tidak hanya terdiri atas nasi dan lauk goreng. Tambahkan sayuran, pilih sumber protein yang bervariasi, dan minum air putih yang cukup.
Makanan yang hemat sebaiknya tetap memenuhi kebutuhan tubuh, terutama bagi mahasiswa yang menjalani aktivitas kuliah, praktikum, organisasi, dan kegiatan lain sepanjang hari.
Pilihan Kuliner yang Sesuai dengan Kebutuhan Mahasiswa
Kawasan sekitar kampus UPGRIS Semarang menawarkan beragam jenis kuliner yang dapat dijadikan pilihan mahasiswa, mulai dari penyetan dan nasi rames hingga mi ayam, soto, es buah, serta angkringan. Setiap kategori memiliki keunggulan berbeda, baik dari segi rasa, kemudahan mendapatkan makanan, maupun fleksibilitas anggaran.
Bagi mahasiswa yang menginginkan makan siang dengan lauk lengkap, penyetan, nasi rames, dan ayam geprek layak dipertimbangkan. Jika membutuhkan sarapan hangat, soto ayam bisa menjadi alternatif. Sementara itu, mi ayam dan bakso cocok untuk makan praktis, nasi goreng dan bakmi Jawa dapat dicari untuk makan malam, sedangkan es buah dan angkringan bisa menjadi pilihan camilan atau tempat bersantai.
Perlu diingat bahwa daftar ini merupakan rekomendasi berdasarkan kategori kuliner dan petunjuk lokasi. Tidak semua nama warung yang disebutkan telah terverifikasi sebagai usaha tertentu yang masih aktif. Sebelum berkunjung, periksa kembali alamat, jam buka, menu, dan harga terbaru melalui peta digital atau dengan menghubungi penjual apabila informasi kontak tersedia.
Tabel perbandingan 8 pilihan tempat makan
| No. | Jenis kuliner | Waktu yang cocok | Perkiraan anggaran per orang | Keunggulan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Penyetan Sidodadi | Siang–malam | Rp10.000–Rp20.000 | Pilihan lauk dan sambal beragam |
| 2 | Nasi goreng dan bakmi Jawa | Sore–malam | Rp12.000–Rp22.000 | Menu hangat dan mengenyangkan |
| 3 | Nasi rames rumahan | Siang | Rp10.000–Rp18.000 | Bisa memilih lauk dan sayuran |
| 4 | Mi ayam dan bakso | Siang–malam | Rp10.000–Rp18.000 | Praktis untuk makan di sela kuliah |
| 5 | Soto ayam Semarang | Pagi–siang | Rp8.000–Rp15.000 | Cocok untuk sarapan hangat |
| 6 | Ayam geprek dan sambal ijo | Siang–malam | Rp12.000–Rp20.000 | Paket nasi dan lauk utama |
| 7 | Es teler dan es buah | Siang–sore | Rp5.000–Rp15.000 | Pilihan minuman atau pencuci mulut |
| 8 | Angkringan dan kafe murah | Sore–malam | Rp8.000–Rp18.000 | Cocok untuk camilan dan berkumpul |
Catatan: Semua kisaran harga dalam tabel merupakan estimasi untuk perencanaan anggaran, bukan daftar harga resmi. Harga aktual dapat berbeda berdasarkan lokasi, porsi, tambahan menu, dan perubahan harga bahan pangan. Anggaran angkringan berlaku untuk kunjungan dengan beberapa makanan ringan, bukan paket makan malam lengkap.
Bagi mahasiswa yang ingin tetap hemat, pilihan terbaik bukan selalu tempat dengan harga paling rendah, melainkan tempat yang memberikan porsi sesuai kebutuhan, rasa yang cocok, kebersihan yang terjaga, dan lokasi yang mudah dijangkau. Dengan membandingkan beberapa warung di sekitar kampus dan mencatat pengeluaran harian, mahasiswa dapat menikmati kuliner Semarang tanpa harus menghabiskan terlalu banyak uang untuk makan.
Referensi informasi
- UPGRIS — artikel tempat makan murah di sekitar kampus referensi tambahan untuk gambaran kuliner di sekitar kampus.
- MenuKuliner.net — daftar tempat makan dekat Universitas PGRI Semarang direktori untuk menelusuri nama warung, lokasi, dan informasi menu yang tercantum.
- Pexels — foto street food Indonesia sumber pencarian gambar pendamping artikel.